Tampilkan postingan dengan label hope. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hope. Tampilkan semua postingan

Puisi doa dan harapan

Tuhan,

Aku ingin belajar mempercayaiMu lagi

Bisakah aku?

Tuhan,

Akhir-akhir ini aku merasa aku kepercayaanku padamu semakin pudar

Karena seiring hidup yang makin berat dan pahit, Tuhan

Mengapa?

Mengapa karena penderitaan

Dapat mengikis kepercayaan yang telah kuukir Tuhan?

Seperti air hujan yang terus mengikis permukaan jalan hingga berlubang

Hatiku seperti berlubang

Kosong

Dan mati rasa

Seakan-akan penderitaan ini sudah tidak cukup lagi hanya dengan air mata yang turun

Tak ada lagi yang bisa mengaspal hati ini

Memperbaiki hati ini

Kecuali kebahagiaan abadi dariMu Tuhan

Walaupun dunia seperti menutup telinga atas jeritan hati ini

Dan juga menutup mata akan torehan luka yang ada dihati

Dan menimbulkan bekas yang tak akan bisa dihapus dan diobati

Sama seperti paku yang dicabut dari dinding dan menimbulkan bekas lubang dari paku

Tapi, jika memang kebahagiaan abadi itu, suatu hari akan datang

Aku rela menunggu dan percaya

Amin

Les Piano, huh??

Les Piano!!

Hmm, kalau aku membuat daftar keinginan, pasti harapan "Les piano" juga akan terdaftar.
Aku ingin les piano karena hal itu melatih kemampuan otak kanan, membuat jari2ku lebih terampil tentunya, dan selain itu bermain piano sepertinya menyenangkan juga. :)

Tadi sewaktu disekolah, temanku bilang bahwa dia stress karena les piano. Huu, les piano kok dibawa stress? dibawa fun aja kali. Enak banget malahan, bikin saiia iri saja :(( Gratis lagi temanku les piano itu. Ckck..

Yang mau les malah ga bisa les, yang nggak mau les malah dipaksa les. Itulah kesimpulan yang aku tarik, setelah teringat akan cerita temanku tadi. Dia ngga mau les piano, tapi dipaksa, sedangkan aku.. Mau les piano, tapi ngga boleh, malah dipaksa les pelajaran2 di sekolah pula sama ibuku.

Menurutku sih, pikiran ibuku masih kolot. Dia bilang les piano itu ga ada gunanya (sadis..) justru les pelajaran2 yang ada disekolah itu yang berguna. Naik smp 1, aku ngga les tapi dipaksa terus les semua pelajaran, tapi aku ngga mau! Bisa gilalah aku. Akhirnya pada smp 2, mau tak mau harus les sih, karena nilai mate jelek banget selalu. Tapi, les mate aja sih.

Kenapa aku bilang ibuku pikirannnya kolot? Yah, karena dia tidak tau kalau les piano itu ada manfaatnya, yaitu melatih otak kanan supaya daya ingat atau kemampuan kita lebih kuat. Kecewa banget loh ya, waktu denger ibuku bilang, kalau les itu yah supaya nilaiku bisa bagus dan bisa naik kelas. Sumpah kecewa banget!!!
Berarti ibuku itu cuma berharap lihat nilai bagus dan suppaya naik kelas, tapi isi otak ga ada?

Contohnya seperti temanku, juara 3 tapi waktu ulangan nyontek mulu.. Walaupun hanya ulangan harian, tapi kan juga termasuk digabung sama nilai mid nanti mah..
Tadi, dia ketahuan nyontek mandarin yg padahal soalnya memang mudah sih.
Seharusnya malu banget lah tuh, kalau gak malu pasti mukanya setebel kulit badak, padahal dia kurus loh,. *apa hubungannya?*

Nah seperti itulah, nilai bagus and juara 3, tapi moral and isi otak kaga ada, wogh, gua gak pengen kek gitu. Tapi gara-gara ortu nih, terpaksa nyontek dilakukan, dan hasilnya kasi ortu liat hasil palsu!

Huh.. Kesel banget. Aku ngga tau deh, mereka setuju apa ngga kalau aku menyontek. Yang kutau, mereka pasti cuma pengen liat nilai bagus aja, terutama ibuku tuh! Geez

Soalnya kalau isi otak ada kan, waktu kerja masih bisa dipakai tuh, kerja kn ga ada ujian2 tuuh..
Hahh, tabahkan hatiku Tuhan..!!